Penutupan Jembatan Semampir: Dishub Kota Kediri Gelar Rakor Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

admin
Img 20250913 Wa0028

Tulungagung – Pare – Surabaya (truk barang): Tulungagung – Jl Sersan Suharmaji – Jl Perintis Kemerdekaan – Jl Supersemar – Jl Kapten Tendean – Jl DI Panjaitan – Jl Imam Bahri – Jl Raya Tugurejo – Simpang Lima Gumul – Jl Raya Kediri–Pare – Surabaya.

Kediri/Tulungagung – Nganjuk: Jl Sersan Suharmaji – Jl Perintis Kemerdekaan – Jl Supersemar – Jl Kapten Tendean – Jl Letjend Supratman – Jl MT Haryono – Jl Brigjen Katamso – Jl Bandarangin – Jl Agus Salim – Jl Semeru – Jl Dr Sahardjo – Jl Suparjan Mangunwijaya – Jl Ahmad Dahlan – Jl Gatot Subroto – Jl Sersan Bahrun – Nganjuk.

Nganjuk – Kediri/Tulungagung: Nganjuk – Jl Sersan Bahrun – Jl Gatot Subroto – Jl Ahmad Dahlan – Jl Suparjan Mangunwijaya – Jl Dr Sahardjo – Jl Semeru – Jl Agus Salim – Jl Bandarangin – Jl Urip Sumoharjo – Jl Sersan Suharmaji – Tulungagung.

Dishub berencana melakukan evaluasi setelah penutupan berlangsung untuk menilai efektivitas rekayasa lalu lintas. Didik mengimbau agar pengguna jalan, terutama bus dan truk, patuh pada rambu pengalihan arus demi kelancaran bersama.

Menurut Mahatma Manurung, PPK 2.1 Ditjen Bina Marga, rehabilitasi Jembatan Semampir bersifat mendesak. Jembatan sepanjang 290 meter yang dibangun sejak 1992 ini mengalami pergeseran struktur akibat perubahan kondisi tanah sungai dan beban lalu lintas yang terus meningkat.

“Nilai kondisi (NK) jembatan masih layak dilalui, tapi secara visual terlihat lendutan pada aspal yang harus segera diperbaiki,” ujarnya.

Perbaikan akan difokuskan pada penyekrapan aspal, penanganan retakan permukaan, serta perbaikan pada celah antara abutment dan pothier yang tidak boleh melebihi 5 cm. Proyek ini dikerjakan bersama penyedia jasa CV Kira Indah.

Sekedar diketahui, dengan penutupan lebih dari dua bulan, warga Kediri dihadapkan pada tantangan besar dalam mobilitas harian. Pemerintah berupaya memastikan rekayasa lalu lintas berjalan lancar, namun publik akan menunggu pembuktian di lapangan apakah mitigasi benar-benar efektif mencegah penumpukan kendaraan di pusat kota.(sinyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maling yo..!!