
Selanjutnya Ketua Dewan Pusat PSHT mengatakan, “Pada dasarnya manusia hidup itu untuk selalu menjaga kedamaian, kenyamanan, ketentraman dalam kehidupan masyarakat. Hal ini sejalan dengan tema Parluh 2026 “Meneguhkan jati diri SH Terate untuk memperkokoh solidaritas organisasi dan memperkuat jiwa nasionalisme”.
“Persaudaraan SH Terate adalah sebuah paguron. Perguruan yang tidak dikelola secara organisasi, dimana diwujudkan dengan 9 dewan pusat sebagai lembaga tertinggi atau ajaran. Ketua umum sebagai pimpinan pengurus pusat organisasi yang berdasarkan mengedepankan jati diri persaudaraan, keteladanan, pengabdian menjadi salah satu penjuru dalam pengembangan organisasi. Dengan dasar diatas maka, tujuan organisasi akan tercapai apabila kita saling bergandeng tangan, jujur, loyal, disiplin, guyub rukun, golong gemolong menyatu dalam internal khususnya dan eksternal umumnya dengan filosofi “Urip Iku Urub” pungkasnya.
Emil Dardak menutup sambutan dan meresmikan pembukaan Parluh 2026 dengan kekagumannya pada mukadimah SH Terate, “Ini adalah falsafah yang luar biasa, jika ditanamkan tentu akan melahirkan generasi-generasi penerus bangsa yang akan mampu menjaga martabat bangsa dan negara dimuka dunia”.
“Selama matahari masih terbit dari timur, selama bumi masih dihuni manusia. Selama itu pula Persaudaraan Setia Hati Terate akan tetap jaya abadi selamanya”
(HARRY22)












