“Kami ingin sekolah menjadi rumah bersama yang nyaman bagi semua. Dengan fasilitas ini, siswa dapat beribadah tanpa harus keluar dari lingkungan sekolah, sekaligus belajar menghargai perbedaan secara nyata,” ujarnya.
Ke depan, pihak sekolah berencana mengintegrasikan program penguatan Profil Pelajar Pancasila melalui kegiatan lintas agama, dialog kebhinekaan, serta aksi sosial bersama sebagai ruang interaksi positif antar siswa.

Tokoh masyarakat yang hadir turut mengapresiasi langkah tersebut. Mereka menilai SMPN 3 Grogol telah menunjukkan contoh konkret bagaimana nilai persatuan dan kebangsaan dapat diwujudkan secara nyata di lingkungan pendidikan.
Pembangunan tiga rumah ibadah ini direncanakan berlangsung bertahap hingga selesai dan dapat segera dimanfaatkan seluruh warga sekolah.
Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri berharap model ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif, harmonis, dan berlandaskan semangat Bhinneka Tunggal Ika.
Melalui peletakan batu pertama ini, SMPN 3 Grogol menegaskan komitmennya menjadi sekolah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kokoh dalam membangun generasi yang berakhlak, toleran, dan cinta tanah air.(sinyo)












