Tak kalah penting, manajemen pakan juga menjadi sorotan. Hijauan sebagai pakan utama diberikan sekitar 10 persen dari bobot badan kambing, ditambah konsentrat sebagai pakan penguat. Ketersediaan air minum sepanjang waktu menjadi faktor krusial dalam menjaga performa ternak.
Potensi pakan lokal di Desa Gadungan pun dinilai sangat mendukung, mulai dari rumput lapang, rumput gajah, daun lamtoro, turi, sengon, jerami padi, hingga limbah pertanian dan perkebunan. Bahkan, peserta diajari teknik pengolahan seperti fermentasi agar pakan lebih awet dan bernilai nutrisi tinggi.
Tak berhenti pada aspek teknis, bimtek ini juga membedah manajemen kesehatan dan reproduksi ternak, pengelolaan limbah, hingga strategi pemasaran dan pencatatan keuangan usaha.
Salah satu peserta, Sunarno, warga Dusun Sumber Bahagia, mengaku pelatihan tersebut membuka wawasannya sebagai peternak rakyat.
“Selama ini kami beternak seadanya. Sekarang jadi tahu cara atur pakan, kandang, sampai kesehatan kambing agar lebih produktif. Semoga usaha kami bisa naik kelas dan menambah penghasilan keluarga,” ujarnya optimistis.
Melalui penguatan kapasitas ini, Pemkab Kediri berharap peternak kambing di Desa Gadungan tak lagi sekadar beternak untuk bertahan, tetapi mampu menjadikannya sebagai usaha yang menguntungkan dan berdaya saing. TMMD ke-127 pun tak hanya membangun infrastruktur desa, melainkan juga membangun fondasi ekonomi warganya.(sinyo)










