“Anak-anak hari ini adalah generasi digital. Maka gurunya juga harus siap berkembang dan berinovasi,” tegasnya saat membuka kegiatan.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan sejumlah program strategis, di antaranya beasiswa S1 PAUD gratis bagi pendidik serta sosialisasi Home Visit ATS Award, program jemput bola untuk mencari anak-anak tidak sekolah atau putus sekolah agar kembali mengenyam pendidikan, baik formal maupun nonformal.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum transformasi pendidikan usia dini di Kabupaten Kediri—bukan hanya mengikuti perkembangan zaman, tetapi memimpin perubahan. Dengan pendidik yang adaptif dan visioner, masa depan anak-anak Indonesia dibangun sejak langkah pertama mereka di bangku pendidikan.(sinyo)












