Menurutnya, pelibatan kesenian lokal juga menjadi langkah nyata menjaga warisan budaya agar tetap lestari, terutama bagi generasi muda.
Sementara itu, Satgas TMMD, Lettu Inf Sunarno, menyebut kegiatan budaya efektif mempererat hubungan TNI dengan masyarakat.
“Melalui pentas seni, TNI hadir bukan hanya sebagai pelaksana pembangunan, tetapi juga bagian dari masyarakat. Ini sekaligus menggerakkan UMKM dan menjadi hiburan setelah aktivitas warga sehari-hari,” katanya.
Pagelaran jaranan dan reog berlangsung pukul 11.00–17.00 WIB dengan aman dan lancar. Selain menjadi tontonan rakyat, kegiatan ini turut memperkuat semangat gotong royong, toleransi, serta kebersamaan warga.
Melalui pendekatan budaya dalam TMMD ke-127, diharapkan pembangunan desa tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga melahirkan masyarakat yang solid, berdaya, dan aktif sebagai subjek pembangunan.(sinyo)












