Proses evakuasi tidak mudah. Petugas harus menggunakan gergaji mesin untuk memotong batang kayu sebelum diangkat dari sungai. Medan yang berada langsung di aliran dengan arus cukup deras membuat proses pembersihan dilakukan bertahap dengan pengawasan ketat.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri, Joko Ariyanto, memastikan keselamatan menjadi prioritas utama selama kegiatan berlangsung.
“Setiap individu yang terjun telah dilengkapi alat pelindung diri. Semua personel dan relawan menggunakan rompi pelampung (life jacket),” tuturnya.
BPBD juga menyiagakan dua unit perahu karet untuk membantu proses evakuasi material sekaligus mengantisipasi kondisi darurat di tengah sungai.
Jembatan Lama Kediri sendiri bukan sekadar infrastruktur penghubung antarwilayah, tetapi simbol sejarah dan identitas kota yang memiliki nilai historis tinggi. Karena itu, Pemkot Kediri mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai, mengingat peran warga sangat menentukan dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus melindungi aset publik.
Aksi kolaboratif ini menjadi pesan kuat: menjaga sungai berarti menjaga sejarah. Tanpa kepedulian bersama, warisan berharga bisa terancam hanya oleh kebiasaan membuang sampah sembarangan.(sinyo)












