Mediaciber.net.Kediri – Di balik ruang kelas yang kini lengang usai kelulusan, tersimpan luka batin yang mendalam bagi seorang guru wali kelas di salah satu sekolah di Kabupaten Kediri. Ibu SM Guru SMPN 1 Bendo Pare yang telah mengabdi bertahun-tahun, kini harus menghadapi tuduhan yang menurutnya tak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Ia dituding menjadi penyebab depresi seorang mantan siswinya berinisial DL. Tuduhan itu mencuat secara tiba-tiba, saat kondisi kesehatan sang guru tengah menurun.
Dengan suara bergetar, ia mengenang peristiwa pada 2022 silam. Saat itu, ia mendapati DL bersandar mesra dengan seorang teman laki-laki di lingkungan sekolah. Naluri keibuannya spontan muncul.
“Tujuan saya hanya mengingatkan. Saya ingin anak didik saya menjadi lebih baik. Saya katakan, ‘Eman-eman ayumu lo nduk, kamu kan berjilbab, tidak etis kalau berperilaku seperti itu,’” ujarnya lirih, Sabtu (20/2/2026).
Ia mengakui sempat menarik jilbab siswinya sebagai bentuk teguran keras. Namun menurutnya, tindakan itu dilandasi rasa sayang, bukan kemarahan. Bagi dirinya, jilbab adalah simbol kehormatan yang perlu dijaga.
“Saya menyayanginya seperti anak sendiri. Tidak pernah ada niat menyakiti,” katanya.
Ibu SM menilai tuduhan depresi tersebut janggal. Selama tiga tahun terakhir, hubungan keduanya disebut tetap berjalan baik. DL kerap datang ke rumahnya untuk kerja kelompok maupun persiapan lomba.












