Mediaciber.net.Kediri – Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Kediri tak sekadar membangun infrastruktur. Program lintas sektoral ini benar-benar dikawal ketat. Buktinya, Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) Mabes TNI AD turun langsung ke Makodim 0809/Kediri, Rabu (4/3), memastikan setiap progres tepat sasaran dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Komandan Kodim 0809/Kediri, Dhavid Nur Hadiansyah (Letkol Inf Dhavid Nur Hadiansyah), dalam paparannya menegaskan bahwa TMMD ke-127 difokuskan di Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri. Lokasi ini dipilih melalui koordinasi matang bersama Pemerintah Kabupaten Kediri berdasarkan skala prioritas pembangunan desa.
“Ini hasil koordinasi bersama pemerintah daerah untuk mempercepat desa menuju desa maju dan mandiri,” tegasnya.
Sasaran fisik utama TMMD kali ini adalah pembangunan jalan tembus sepanjang 1.657 meter yang menghubungkan Dusun Sumber Bahagia dan Dusun Kapasan. Jalan beraspal selebar 2,5 meter dengan bahu jalan masing-masing satu meter serta dilengkapi drainase ini kini telah mencapai progres sekitar 75 persen.
Jalan tersebut bukan sekadar penghubung antar dusun. Infrastruktur ini diproyeksikan menjadi urat nadi baru bagi distribusi hasil pertanian dan pergerakan ekonomi warga. Dengan akses yang lebih baik, potensi desa diyakini akan melesat.
Tak berhenti di situ, Satgas TMMD juga merehabilitasi Musala Al Ikhlas yang progresnya telah menyentuh 75 persen dengan dukungan swadaya masyarakat. Sebanyak 10 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) turut direnovasi demi menghadirkan hunian yang lebih sehat dan manusiawi bagi warga kurang mampu.
Program unggulan TNI AD, TNI Manunggal Air, juga menjadi sorotan. Lima titik sumur bor dibangun. Satu titik difungsikan sebagai sumber air minum bagi sekitar 4.300 jiwa, sementara empat lainnya mendukung irigasi pertanian.
Selain itu, Satgas TMMD membangun 20 unit MCK untuk meningkatkan sanitasi warga serta menanam 1.000 bibit pohon sebagai langkah konkret menjaga kelestarian lingkungan.
Tak kalah penting, program nonfisik digelar masif: penyuluhan kesehatan, pelatihan kerja dan UMKM, penyuluhan hukum, sosialisasi pencegahan stunting, penguatan ideologi Pancasila, hingga pasar murah untuk masyarakat. Kolaborasi TNI dan OPD Kabupaten Kediri menjadi kunci bergeraknya seluruh program tersebut.
Di balik progres signifikan, tantangan tak kecil menghadang. Puncak musim hujan, pelaksanaan di bulan Ramadan, serta durasi kerja hanya 30 hari menjadi ujian tersendiri.












