Selain itu, pemerintah daerah juga terus memperkuat ruang dialog lintas agama dan organisasi kemasyarakatan guna menjaga kerukunan yang telah terbangun di Kota Kediri.
Menurut Vinanda, kebijakan pemerintah tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan para ulama serta kebersamaan seluruh elemen masyarakat.
“Kota Kediri akan kuat jika ulama dan umaro berjalan beriringan. Jika pesantren, organisasi keagamaan, pemerintah, aparat, dunia usaha, dan masyarakat saling percaya dan saling menopang,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengapresiasi kegiatan sosial yang rutin dilakukan Ponpes Wali Barokah setiap tahun, yang menurutnya menjadi contoh bahwa nilai keberagamaan harus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Vinanda menambahkan bahwa Pemerintah Kota Kediri akan memberikan perhatian khusus kepada anak-anak yatim, khususnya dalam memastikan terpenuhinya hak pendidikan dan perlindungan mereka.
“Pemerintah Kota Kediri akan terus berupaya hadir memastikan hak pendidikan dan perlindungan anak-anak yatim terpenuhi,” katanya.
Menutup sambutannya, Vinanda mengingatkan bahwa Ramadan menjadi pengingat bagi para pemimpin bahwa jabatan merupakan amanah untuk melayani masyarakat secara adil dan penuh keikhlasan.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kerukunan dan tidak memberi ruang pada perpecahan demi mewujudkan Kota Kediri yang semakin Maju, Agamis, Produktif, Aman, dan Ngangeni (MAPAN).












