Mediaciber.net.Kediri – Menjelang arus mudik Hari Raya Idul Fitri 2026, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri mulai menggencarkan gerakan “Mudik Minim Sampah” sebagai upaya menekan lonjakan volume sampah yang hampir selalu terjadi saat musim libur Lebaran.
Kepala DLH Kabupaten Kediri, Putut Agung Subekti, menegaskan bahwa momentum mudik setiap tahun tidak hanya meningkatkan mobilitas masyarakat, tetapi juga berdampak pada meningkatnya timbulan sampah, terutama dari kemasan makanan sekali pakai dan plastik.
“Setiap musim mudik dan libur Lebaran, volume sampah hampir selalu melonjak. Sebagian besar berasal dari kemasan plastik, makanan sekali pakai, hingga sisa konsumsi masyarakat selama perjalanan maupun saat berkumpul di kampung halaman,” ujar Putut. Jumat (13/3/2026).
Menurutnya, gerakan Mudik Minim Sampah bukan sekadar imbauan seremonial, melainkan langkah konkret untuk membangun kesadaran masyarakat agar lebih bijak dalam mengelola sampah, baik dari rumah maupun selama perjalanan mudik.
DLH Kabupaten Kediri pun mengajak masyarakat mulai mengubah kebiasaan dengan membawa perlengkapan pribadi yang dapat digunakan berulang kali, seperti tumbler, kotak makan, dan tas belanja pakai ulang guna menekan penggunaan plastik sekali pakai.
“Hal sederhana seperti membawa botol minum sendiri, kotak makan, atau tas belanja reusable sangat membantu mengurangi sampah plastik. Jika dilakukan bersama-sama, dampaknya akan sangat besar bagi lingkungan,” jelasnya.
Selain edukasi kepada masyarakat, DLH juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah kecamatan, desa, hingga komunitas peduli lingkungan agar pengelolaan sampah selama masa libur Lebaran tetap berjalan optimal.
Putut juga mengingatkan pentingnya kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah. Menurutnya, langkah kecil ini sangat efektif untuk mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).












