Mediaciber.net.Kediri – Kesabaran warga Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri akhirnya habis. Ratusan warga terdampak Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Klotok menggeruduk Kantor UPT TPA, Kamis (2/4/2026).
Mayoritas massa aksi merupakan kaum emak-emak yang sejak pagi memadati pintu masuk menuju kawasan TPA. Mereka datang bukan untuk membuat keributan, melainkan menagih hak kompensasi dampak sampah yang hingga kini belum juga direalisasikan pemerintah.
Aksi ini menjadi luapan kekecewaan warga setelah berbagai upaya dialog dan audiensi sebelumnya tak membuahkan kepastian.
TPA Klotok telah beroperasi sejak awal tahun 1990-an. Hingga kini, kawasan tersebut terus berkembang dengan keberadaan TPA 1, TPA 2, dan TPA 3, bahkan santer terdengar rencana pembangunan TPA 4 di lokasi yang sama. Di sisi lain, warga sekitar mengaku terus hidup berdampingan dengan bau menyengat, pencemaran lingkungan, hingga gangguan kesehatan.
Koordinator aksi, Edi Purnawan, menegaskan warga datang dengan tuntutan sederhana: kepastian.
“Kami hanya menuntut hak warga segera dicairkan. Kompensasi itu bukan bantuan, tapi hak masyarakat yang selama puluhan tahun terdampak TPA,” tegasnya.
Menurutnya, warga telah berulang kali mengikuti audiensi dengan pemerintah, namun jawaban yang diterima selalu sama tanpa kejelasan waktu pencairan.
“Jawabannya selalu proses dan kajian. Warga sudah lelah menunggu. Kami butuh kepastian, bukan janji,” tambahnya.












