Menurutnya, santunan bagi anak yatim piatu merupakan pesan kuat bahwa pembangunan harus berjalan inklusif dan tidak meninggalkan kelompok rentan. Ia menekankan generasi muda, termasuk anak-anak yatim, adalah masa depan Kediri yang wajib dijaga harapan dan masa depannya.
“Kami ingin mereka tetap memiliki mimpi besar. Pemerintah hadir memberi perlindungan dan kesempatan yang sama,” ujarnya.
Di sela kegiatan, Mas Dhito juga mengungkapkan rencana kebijakan work from home (WFH) bagi ASN yang tengah dikaji sebagai langkah efisiensi penggunaan BBM. Skema penerapan, termasuk opsi WFH setiap Jumat, masih akan diuji efektivitasnya sebelum diterapkan permanen.
Selain itu, Pemkab Kediri juga mempertimbangkan penambahan ruas car free day dengan kajian matang agar tidak justru meningkatkan mobilitas kendaraan bermotor.
Tasyakuran HUT ke-1222 ini menjadi penegas arah pembangunan Kabupaten Kediri: kemajuan daerah tidak hanya diukur dari infrastruktur dan angka pertumbuhan, tetapi dari hadirnya empati, solidaritas sosial, serta kebahagiaan masyarakatnya.
Di usia lebih dari seribu tahun, Kediri ingin melangkah bukan hanya menjadi daerah maju, tetapi juga daerah yang manusiawi dan berpihak pada rakyat.(sinyo)










