Mediaciber.net.Kediri – Setelah sempat lumpuh akibat blokade warga, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) 2 Klotok akhirnya kembali dibuka pada Selasa (7/4/2026). Keputusan ini diambil usai mediasi intensif antara Pemerintah Kota Kediri dan masyarakat setempat.
Dibukanya kembali TPA menjadi angin segar bagi layanan persampahan yang sebelumnya sempat kacau. Kini, aktivitas pengangkutan dan pembuangan sampah di Kota Kediri mulai berangsur normal.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri, Indun Munawaroh, memastikan seluruh layanan telah kembali berjalan.
“Alhamdulillah, TPA sudah dibuka. Layanan persampahan baik dari DLHKP maupun masyarakat sudah kembali normal. Kesepakatan dengan warga juga telah tercapai,” ujarnya.
Namun, di balik pembukaan ini, persoalan belum sepenuhnya usai. Salah satu poin krusial yang masih jadi perhatian adalah kompensasi bagi warga terdampak. Pemkot memastikan pencairan akan dilakukan, tetapi nominalnya masih menunggu hasil kajian tim ahli.
“Prosesnya tetap harus sesuai prosedur. Kami dorong percepatan, tapi tetap berbasis kajian agar kuat secara hukum,” tegas Indun.
Selama enam hari terakhir, negosiasi berjalan alot. Pemerintah melibatkan berbagai unsur, mulai dari DLHKP, camat, lurah hingga tokoh masyarakat. Meski sempat memanas, komunikasi yang terus dibangun akhirnya menghasilkan titik temu.
Sebelumnya, operasional TPA sempat terhenti akibat aksi warga di Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto. Dampaknya langsung terasa: tumpukan sampah menggunung di sejumlah TPS dan TPS 3R.












