“Mayoritas kebakaran rumah diawali dari hal sederhana, seperti meninggalkan dapur saat api masih menyala. Ini yang harus menjadi perhatian serius masyarakat,” tegasnya.
Ia mengimbau warga agar lebih disiplin dalam penggunaan api, terutama saat menggunakan peralatan tradisional seperti tungku kayu bakar.
“Pastikan api benar-benar padam sebelum ditinggalkan. Jangan anggap sepele bara kecil, karena itu bisa menjadi sumber bencana,” katanya.
Selain itu, Kaleb juga mengapresiasi peran aktif masyarakat yang cepat melaporkan kejadian sehingga penanganan bisa dilakukan secara maksimal.
“Kami sangat mengapresiasi warga yang sigap melapor. Kolaborasi antara masyarakat dan petugas menjadi faktor penting dalam meminimalisir kerugian,” ungkapnya.
Dalam kejadian ini, tidak ada korban jiwa maupun luka. Kerugian material diperkirakan sekitar Rp10 juta, sementara aset senilai kurang lebih Rp90 juta berhasil diselamatkan.
Kaleb menegaskan, pihaknya akan terus meningkatkan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait pencegahan kebakaran.
“Kami tidak hanya bergerak saat kejadian, tapi juga terus mengedukasi masyarakat agar kejadian serupa bisa dicegah. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama,” pungkasnya.(sinyo)












