Sebagai langkah awal, operasional SPPG Tugurejo dihentikan sementara. Tim Satuan Tugas (Satgas) juga diterjunkan untuk menyelidiki insiden tersebut, termasuk melakukan pemeriksaan sampel makanan, air, serta proses pengolahan dan distribusi.
“Semua sampel sedang kami uji di laboratorium. Hasilnya akan menjadi dasar untuk menentukan langkah lanjutan,” tambahnya.
Hingga saat ini, beberapa siswa masih dalam pemantauan tenaga medis guna memastikan kondisi mereka benar-benar pulih sebelum diperbolehkan kembali beraktivitas.
Kesaksian wali murid turut memperkuat dugaan adanya masalah pada makanan yang dikonsumsi. Salah satu orang tua siswa mengungkapkan anaknya mengalami muntah hebat tak lama setelah makan.
“Setelah makan MBG langsung muntah, bahkan warnanya hijau,” tuturnya.
dr. Khotib juga mengimbau orang tua agar tetap waspada terhadap kondisi anak. Ia meminta agar segera membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat jika muncul gejala lanjutan seperti mual, muntah, atau pusing.
Pemerintah daerah diharapkan segera mengungkap penyebab pasti insiden ini serta memperketat pengawasan distribusi makanan, agar pelaksanaan program MBG ke depan dapat berjalan aman dan tidak membahayakan kesehatan siswa.(sinyo)












