Situasi semakin serius setelah muncul dugaan kasus keracunan yang menimpa siswa di Kabupaten Kediri. Pemerintah daerah pun mengambil langkah cepat dengan menghentikan sementara operasional SPPG di Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem.
Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, mengatakan sampel makanan telah dikirim ke laboratorium untuk diuji. Dari enam siswa yang sempat dirawat, satu telah diperbolehkan pulang, sementara lima lainnya masih menjalani perawatan.
“Jika hasil uji laboratorium menunjukkan makanan tidak layak, maka operasional belum bisa dilanjutkan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, bahwa Pemerintah Kabupaten Kediri juga menginstruksikan sekolah untuk memperketat pengawasan sebelum makanan dikonsumsi siswa. Proses distribusi makanan yang diproduksi pagi hari dan dikonsumsi siang hari dinilai menjadi salah satu titik rawan.
Pemkab memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh. Jika ditemukan pelanggaran terhadap standar operasional, termasuk ketentuan sanitasi, izin operasional SPPG terancam dicabut.
Kasus ini menegaskan pentingnya pengawasan ketat dalam pelaksanaan program nasional. Tanpa kepatuhan terhadap standar, program yang bertujuan meningkatkan gizi masyarakat justru berpotensi menimbulkan risiko baru.(sinyo)












