Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, Mandung Sulaksono mengatakan workshop tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kompetensi guru agar mampu mengikuti perkembangan teknologi pembelajaran yang terus berubah.
Menurutnya, para guru perlu beradaptasi dengan pendekatan pembelajaran modern supaya proses belajar menjadi lebih menarik dan efektif bagi anak-anak.
Dalam workshop tersebut, peserta juga diperkenalkan dengan konsep pembelajaran mendalam atau deep learning yang menitikberatkan pada empat aspek pembentukan karakter anak, yakni olah pikir, olah rasa, olah hati, dan olahraga.
Materi tersebut disampaikan oleh Tio Subiakto, dosen sekaligus praktisi pendidikan anak usia dini asal Surabaya.
“Kalau empat unsur ini digabungkan, maka seluruh ilmu dan nilai yang diberikan kepada anak bisa tertransfer dengan baik,” jelas Mandung.
Ia menerangkan, aspek olah pikir diterapkan melalui pendekatan STEAM yang meliputi science, technology, engineering, art, dan mathematics. Sementara olah rasa berfokus pada penguatan empati dan kemampuan sosial anak. Adapun olah hati diarahkan untuk membangun tanggung jawab dan integritas, sedangkan olahraga diterapkan melalui aktivitas belajar menyenangkan dengan konsep joyful learning.
Mandung menambahkan, penerapan pembelajaran mendalam di jenjang PAUD secara nasional masih berada di bawah 30 persen. Karena itu, workshop peningkatan kompetensi guru dinilai penting untuk terus dilakukan agar kualitas pembelajaran semakin baik.
“Harapannya kalau visi, metode, dan pemahamannya sama, hasil pembelajaran yang diterima anak-anak juga akan baik,” tandasnya.
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Kediri juga memberikan penghargaan kepada sejumlah Guru Inspiratif sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam dunia pendidikan anak usia dini.
Penerima penghargaan tersebut antara lain Dyah Mujiati dari TK Pembina Kota, Rukiani dari TK Pembina Pesantren, Kharir Suzana dari TK Pembina Mojoroto, dan Suprihatin dari TK Dharma Wanita Dandangan.(sinyo)












