“Karena ini menyangkut uang rakyat, pengelolaan harus transparan dan profesional. Semua transaksi nanti berbasis aplikasi supaya jelas, terbuka, dan tidak ada celah penyimpangan,” ujarnya.
Lebih dari sekadar tempat simpan pinjam, Koperasi Desa Merah Putih Sidomulyo nantinya diproyeksikan menjadi pusat pergerakan ekonomi desa sekaligus etalase produk UMKM warga.
Saat ini tercatat sekitar 40 pelaku UMKM aktif di Desa Sidomulyo dengan berbagai produk unggulan yang dinilai memiliki potensi besar menembus pasar lebih luas.
“Kami ingin koperasi ini menjadi rumah besar bagi UMKM desa. Produk warga harus bisa naik kelas, dipasarkan lebih luas, dan memberi dampak nyata bagi peningkatan ekonomi masyarakat,” tambahnya.
Program Koperasi Desa Merah Putih sendiri diharapkan menjadi strategi nasional untuk memperkuat ekonomi kerakyatan dari desa, membuka lapangan kerja baru, serta menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Dengan kesiapan yang matang, Desa Sidomulyo optimistis Koperasi Desa Merah Putih akan menjadi motor penggerak ekonomi desa dan simbol bangkitnya kekuatan ekonomi rakyat dari bawah.(sinyo)












