Kabupaten Kediri Bergerak Cepat Atasi Krisis Sampah, TPST Modern Disiapkan di Sekoto dan Branggahan

admin
Img 20260521 Wa0011

Berbeda dengan konsep TPA konvensional, TPST yang dirancang Pemkab Kediri akan menggunakan teknologi pengolahan modern berbasis ramah lingkungan. Sampah nantinya diolah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF), bahan bakar alternatif bernilai ekonomi yang dapat dimanfaatkan industri.

“Sekarang TPA landfill konvensional tidak lagi dikembangkan, sehingga pengolahan sampah harus berbasis teknologi hijau,” tegas Putut.

TPST Sekoto direncanakan berdiri di Kecamatan Badas dengan luas 0,68 hektare, tepat di sisi TPA Sekoto. Sementara TPST Branggahan akan dibangun di Kecamatan Ngadiluwih di atas lahan seluas 0,29 hektare.

Tak hanya fokus pada hilirisasi sampah, Hanindhito Himawan Pramana atau Mas Dhito juga mendorong pembenahan dari sektor hulu. Ia meminta DLH melakukan audit dan pemetaan timbunan sampah di seluruh kecamatan sekaligus menyiapkan desa-desa percontohan berbasis zero waste.

“Sentuh dulu hulunya, dorong desa-desa yang mau dan siap menjalankan pengolahan sampah hingga zero waste,” tegas Mas Dhito.

Melalui pembangunan TPST modern dan gerakan zero waste desa, Pemkab Kediri ingin mengubah persoalan sampah menjadi peluang ekonomi baru sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan untuk masa depan.(sinyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maling yo..!!