“Anak-anak diajak belajar berbagi kepada adik kelas maupun teman yang kurang mampu. Ini menjadi pendidikan karakter yang sangat penting sebelum mereka lulus dari SMP,” tambahnya.
Selain itu, kegiatan pelepasan siswa di Kabupaten Kediri juga dikemas melalui Festival Pelepasan Siswa Kediri Berbudaya yang digelar secara sederhana namun tetap meriah. Kegiatan diisi dengan doa bersama, pentas seni, hingga santunan sosial.
Mashuri menilai, konsep tersebut mampu memberikan kesan positif sekaligus mengurangi beban wali murid. Dana yang sebelumnya sering digunakan untuk acara perpisahan mewah kini lebih diarahkan membantu siswa yang berpotensi putus sekolah agar tetap dapat melanjutkan pendidikan.
“Kami ingin pelepasan siswa menjadi momen syukur dan kepedulian sosial. Harapannya siswa memiliki kenangan baik sekaligus belajar nilai empati sebelum melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya,” pungkasnya.(sinyo)












