Dalam kesempatan tersebut, sekolah juga menyerahkan beasiswa pendidikan dan tali asih kepada siswa berprestasi maupun siswa dari keluarga kurang mampu. Bantuan meliputi subsidi pendidikan, perlengkapan sekolah, hingga dukungan kebutuhan masuk SMA dan SMK.
Program sosial itu disebut lahir dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari komite sekolah, alumni lintas angkatan, wali murid, hingga pelaku usaha lokal di Kabupaten Kediri. Semangat gotong royong menjadi kekuatan utama terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kami bersyukur masih banyak pihak yang peduli terhadap masa depan pendidikan anak-anak. Ini bukti bahwa semangat kebersamaan dan gotong royong masih hidup di tengah masyarakat,” tambah Murdaningsih.
Ia juga berpesan kepada seluruh lulusan agar terus menjaga semangat belajar serta nama baik almamater. Menurutnya, masa depan hanya dapat diraih melalui kerja keras, disiplin, dan doa orang tua.
Festival pelepasan ditutup dengan penampilan seni tari Jawa Timuran, paduan suara siswa kelas VII dan VIII, doa bersama, serta sesi foto tiap kelas yang berlangsung penuh haru dan kebersamaan.
Sebanyak ratusan siswa kelas IX kini resmi dikembalikan kepada orang tua untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Pelepasan tersebut menjadi penanda berakhirnya perjalanan di bangku SMP sekaligus awal langkah baru menuju masa depan mereka.(sinyo)












