“Hari ini kita tidak lomba, tetapi panen reflektif pembelajaran selama tahun 2026, khususnya pembelajaran Bahasa Indonesia. Karena itu setiap stan dijaga langsung oleh siswa. Mereka menunjukkan karya sekaligus menceritakan bagaimana proses pembelajaran itu berlangsung di ruang kelas,” katanya.
Ia menjelaskan, setiap sekolah menghadirkan kreativitas yang berbeda meskipun memiliki tujuan pembelajaran yang sama. Hal itu menjadi bukti bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia dapat dikembangkan dengan berbagai pendekatan yang inovatif dan menarik.
“Harapan kami, kegiatan ini menjadi ajang berbagi praktik baik, ajang berkolaborasi, dan ajang mencari inspirasi. Dari masing-masing sekolah nantinya akan tahu bahwa satu tujuan pembelajaran ternyata bisa menghasilkan produk yang bermacam-macam,” jelas Marsita.
Lebih lanjut, ia berharap kegiatan tersebut mampu memberikan dampak nyata bagi proses pembelajaran di sekolah masing-masing. Pengalaman dan inspirasi yang diperoleh peserta diharapkan dapat diterapkan kembali di ruang kelas sehingga pembelajaran menjadi lebih kreatif, kolaboratif, dan bermakna bagi siswa.
“Setelah pulang dari sini, kami berharap mereka bisa mempraktikkan apa yang didapatkan di sini ke kelas masing-masing. Jadi tidak berhenti di acara ini saja, tetapi bisa terus berkembang dan diterapkan dalam pembelajaran sehari-hari,” tambahnya.
Melalui kegiatan “Gelar Karya Kita Kediri”, MGMP Bahasa Indonesia Kabupaten Kediri berharap tercipta budaya belajar yang saling mendukung antar sekolah, sekaligus memperkuat kemampuan siswa dalam berpikir kreatif, berkomunikasi, dan berkarya melalui pembelajaran Bahasa Indonesia.(sinyo)












