
“Kami ingin para pembina memiliki kemampuan yang semakin profesional sehingga kegiatan Pramuka di sekolah benar-benar menjadi wadah pembentukan karakter. Anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga belajar tentang kepemimpinan, kerja sama, kemandirian, dan kepedulian terhadap lingkungan maupun sesama,” katanya.
Menurutnya, pendidikan karakter tidak cukup hanya dilakukan di ruang kelas, melainkan harus diperkuat melalui kegiatan ekstrakurikuler, salah satunya Pramuka yang selama ini terbukti mampu membentuk pribadi peserta didik menjadi lebih tangguh.
“Pramuka merupakan salah satu media pendidikan yang sangat efektif dalam membangun karakter. Kami berharap seluruh peserta mengikuti setiap tahapan pelatihan dengan sungguh-sungguh, sehingga ilmu yang diperoleh nantinya dapat diterapkan di gugus depan masing-masing dan memberi manfaat bagi sekolah maupun peserta didik,” tambahnya.
Muhsin juga berharap lahir pembina-pembina Pramuka yang adaptif, inovatif, dan mampu menjadi motor penggerak kegiatan kepramukaan di satuan pendidikan.
“Harapan kami, setelah mengikuti KML ini, para pembina semakin percaya diri dalam membina Pramuka Penggalang. Mereka mampu menciptakan kegiatan yang aktif, menyenangkan, progresif, sekaligus membentuk generasi muda Kabupaten Kediri yang berkarakter kuat, berprestasi, dan memiliki daya saing,” pungkasnya.(sinyo)












