Mediaciber.net.Kediri
Musim pancaroba mulai melanda. Perubahan cuaca yang terjadi dari musim kemarau menuju musim penghujan membuat kondisi tubuh lebih rentan mengalami gangguan kesehatan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri pun mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh ancaman infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Kepala Dinkes Kabupaten Kediri, dr. Ahmad Khatib, mengatakan perubahan cuaca dapat memengaruhi kondisi fisik dan daya tahan tubuh seseorang. Terlebih, kondisi setiap orang berbeda sehingga masyarakat perlu lebih waspada ketika tubuh mulai mengalami penurunan kebugaran.
Hal tersebut disampaikan Khatib usai mengikuti upacara Hari Kesaktian Pancasila di lingkungan Pemkab Kediri, Kamis (1/10) pagi.
“Memasuki musim transisi seperti sekarang, masyarakat harus lebih menjaga kondisi tubuh. Cuaca sangat berpengaruh terhadap kesehatan dan ketika daya tahan tubuh menurun, seseorang akan lebih mudah terserang penyakit, termasuk ISPA,” ujar Khatib.
Menurutnya, menjaga kondisi tubuh sebenarnya dapat dimulai dari kebiasaan sederhana. Masyarakat diminta memastikan waktu istirahat cukup, menjaga pola hidup sehat, serta menghindari paparan panas matahari secara langsung dalam waktu lama.
Paparan panas yang berlebihan, kata Khatib, dapat membuat tubuh mengalami kelelahan. Jika kondisi tersebut tidak diimbangi dengan istirahat dan asupan yang cukup, daya tahan tubuh dapat ikut menurun.
“Kalau memang harus beraktivitas di luar ruangan, lindungi diri dari paparan sinar matahari langsung. Bisa menggunakan topi atau pelindung lainnya. Jangan sampai tubuh mengalami kelelahan berlebihan,” jelasnya.
Selain itu, penggunaan masker juga disarankan, terutama bagi masyarakat yang banyak beraktivitas di luar ruangan maupun berada di lingkungan berdebu.












