Masker dinilai dapat membantu mengurangi paparan debu dan partikel di udara yang dapat mengganggu saluran pernapasan.
Khatib menjelaskan, sejumlah gejala yang perlu diwaspadai antara lain nyeri saat menelan, kesulitan makan, hidung terasa panas atau tersumbat, sakit kepala hingga demam.
Jika gejala tersebut mulai muncul dan kondisi tidak membaik, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan seperti puskesmas atau dokter.
“Jangan minum obat sembarangan tanpa resep atau anjuran tenaga kesehatan. Kalau kondisi tubuh mulai tidak sehat, segera diperiksa agar mendapatkan penanganan yang tepat dan proses penyembuhan bisa lebih cepat,” tegasnya.
Khatib juga mengingatkan masyarakat agar tidak menunda penanganan ketika kondisi tubuh mulai drop. Sebab, gangguan kesehatan pada satu anggota keluarga berpotensi ikut memengaruhi anggota keluarga lainnya.
“Ada baiknya jangan abai jika kondisi tubuh sedang drop. Segera obati dan jangan ditunda, bukan hanya untuk kepentingan diri sendiri tetapi juga keluarga,” imbuhnya.
Menurut Khatib, kewaspadaan menjadi kunci menghadapi perubahan cuaca. Masyarakat tidak perlu panik, namun harus lebih disiplin menjaga kebugaran tubuh, memperhatikan gejala penyakit dan segera mencari pertolongan medis apabila kondisi kesehatan mulai terganggu.
“Yang terpenting adalah menjaga kesehatan sejak awal. Jangan menunggu sakit menjadi berat. Jaga kondisi tubuh agar tetap bugar selama musim transisi seperti sekarang,” pungkasnya.(sinyo)












