Dua bangunan yang terdapat ruang kelas siswa SMP Negeri 1 Pucuk yang direnovasi menelan anggaran DAK senilai Rp 2 milyar

admin
Img 20241205 Wa0099

Mediaciber.net.Lamongan – Renovasi 10 ruang kelas di SMP Negeri 1 Pucuk Desa Paji menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan penyalahgunaan Dana Alokasi Khusus (DAK). Anggaran senilai lebih dari Rp 2 miliar yang dikucurkan untuk renovasi fasilitas sekolah dinilai tidak sebanding dengan hasil yang dicapai.

Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Pucuk, Kacung yang diwakili Arif Rifa’i Al Jauhari, menyatakan bahwa renovasi sudah dilakukan sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB). Namun, ia mengaku tidak mengetahui detail nominal dana yang diterima.

“Sekolah mengerjakan sesuai RAB atau dana yang diturunkan. Terkait nominal atau jumlah, kami tidak tahu,” ujar Arif, salah satu Wali Kelas di SMP Negeri 1 Pucuk, Kamis (5/12/2024).

Arif menyatakan, lembaga sekolahnya telah menjadi pencontohan seluruh sekolah jenjang SMP di Kabupaten Lamongan. “Loh, sekolah kami telah menjadi percontohan SMP lain di Lamongan yang sama-sama menerima DAK,” katanya.

DAK tersebut, Arif mengungkapkan, digunakan untuk merehab bukan membangun mulai nol sejumlah ruang kelas di SMP Negeri 1 Pucuk. “Dana itu kita gunakan untuk renovasi 10 ruang kelas. Satu diantaranya untuk laboratorium,”ucapnya.

Ketika Arif ditanya, nilai anggaran DAK Rp. 2 milyar itu apakah tidak berlebihan dananya. Pasalnya ruang kelas tersebut hanya renovasi bukan dibangun mulai nol (awal). “Itu bukan rana kita, mas,” katanya.

Ketika kembali ditanya, jika 10 ruang kelas itu dibangun dengan Rp. 2 milyar tentunya bisa dikeramik semua baik tembok maupun lantainya. “Sudahlah, mas. Bangun sudah berdiri. Bagaimana lagi. Saya hanya tahu sebatas itu. Mengenai besaran uang maupun detailnya saya tidak tahu,” ucapnya.

Isu potongan dana juga mencuat dalam wawancara atau diskusi ringan di lobby SMP Negeri 1 Pucuk, Arif tidak menampik bahwa potongan dana adalah hal biasa di wilayah Lamongan.

“Kita hidup di Lamongan, mas. Slogannya kan jelas Megilan. Apakah ada potongan atau tidak semua sudah tahu persis. Kalau ingin tahu lebih detail, silakan tanyakan langsung ke Kepala Sekolah atau Kepala Dinas Pendidikan Lamongan,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maling yo..!!