Mediaciber.net.GRESIK – Banjir akibat luapan tiga sungai yakni Kali Mas, Kali Lamong dan Bengawan Solo hingga memasuki bulan suci Ramadan masih menggenangi ribuan rumah warga di wilayah Gresik Selatan dan Utara. Ketinggian debit air pun bervariasi.
Berbagai penanganan mulai dilakukan, dari mendirikan dapur umum hingga menyalurkan bantuan. Bahkan menyiapkan tempat pengungsian bagi warga yang terdampak banjir di wilayah titik paling rawan atau dengan ketinggian air paling dalam.
“Iya sampai sekarang masih banjir, ketinggian genangan air yang masuk ke permukiman warga hari ini malah semakin bertambah,” kata Muhammad Hanif, warga Desa Bungah, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Minggu (2/3/2025).
Kepala BPBD Kabupaten Gresik Sukardi melaporkan perkembangan bencana banjir yang melanda sejumlah kecamatan akibat luapan Kali Lamong dan Bengawan Solo. Hingga Minggu (2/3) pukul 18.00 WIB, banjir akibat luapan Kali Lamong merendam wilayah 4 kecamatan, yakni Benjeng, Cerme, Menganti, dan Kedamean.
“Kecamatan Benjeng mengalami genangan di beberapa desa, dengan ketinggian air antara 10 hingga 70 cm. Desa Deliksumber menjadi salah satu yang terdampak paling parah, dengan 120 rumah terendam,” ujarnya.
Sukardi menuturkan bahwa Kecamatan Cerme juga terdampak cukup luas, termasuk di Desa Morowudi yang merendam 95 rumah dan Desa Pandu dengan 35 hektar tambak yang terendam.
Sementara Kecamatan Menganti menjadi salah satu wilayah dengan dampak signifikan. Di Desa Boboh, 230 rumah tergenang dengan ketinggian air mencapai 30 cm. Sementara itu, Perumahan Maharaja Residence dan Graha Menganti 2 juga terdampak dengan puluhan rumah terendam.












