Mediaciber.net.Kediri – Kepala SMP Negeri 1 Purwoasri, Puguh Supratiknyo, menegaskan bahwa informasi yang beredar terkait dugaan adanya setoran sebesar Rp300.000 dari tenaga honorer adalah tidak benar dan merupakan kesalahpahaman yang berkembang di masyarakat.
Puguh menjelaskan bahwa tidak pernah ada kebijakan pemotongan gaji maupun kewajiban setoran dari tenaga honorer di lingkungan sekolah yang dipimpinnya. Nominal Rp300.000 yang sempat disebutkan tersebut, menurutnya, merupakan bentuk pengembalian pinjaman pribadi yang sebelumnya dipinjam oleh sebagian tenaga honorer untuk kebutuhan mendesak saat dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) belum cair.
“Saya tegaskan, tidak ada pemotongan gaji honorer maupun pungutan dalam bentuk apa pun. Informasi yang beredar itu tidak benar. Jika ada tenaga honorer yang mengembalikan uang, itu murni urusan pinjam-meminjam pribadi, bukan kebijakan sekolah,” tegas
Puguh saat memberikan klarifikasi. Jumat (13/2/2026).
Ia juga menjelaskan bahwa pemanggilan tenaga honorer yang dilakukan sebelumnya bertujuan untuk memastikan kebenaran informasi yang berkembang, sekaligus meluruskan kesalahpahaman agar tidak menimbulkan kegaduhan di lingkungan sekolah.












