Meduaciber.net.Kediri.
Pemerintah Kabupaten Kediri mulai tancap gas menyiapkan solusi jangka panjang menghadapi ancaman krisis sampah. Dua Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) modern direncanakan dibangun di Desa Sekoto dan Branggahan sebagai langkah strategis menekan lonjakan volume sampah yang terus membebani TPA Sekoto.
Usulan pembangunan tersebut telah diajukan ke Kementerian Pekerjaan Umum. Langkah ini dinilai mendesak mengingat kapasitas teknis TPA Sekoto diperkirakan mencapai batas maksimal pada 2027.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kediri, Putut Agung Subekti, menegaskan bahwa kondisi pengelolaan sampah saat ini membutuhkan transformasi besar.
“TPA Sekoto yang diresmikan Oktober 2021 akan mencapai batas teknisnya pada 2027 dan berpotensi overload. Karena itu, perlu persiapan pengelolaan sampah jangka panjang,” ujarnya.
Data DLH menunjukkan persoalan sampah di Kabupaten Kediri masih serius. Baru 58,18 persen timbunan sampah yang berhasil dikelola, sedangkan 40,82 persen lainnya belum tertangani secara optimal.
Situasi ini semakin krusial setelah pemerintah pusat melarang praktik open dumping karena dinilai merusak lingkungan dan berisiko mencemari ekosistem.












