Ketua Dewan Pimpinan Pusat Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah (OPSHID) Taufiqurrahman mengalahkan , acara ini adalah tasyakuran rumah syukur. Hal ini dalam rangka mensyukuri hari sumpah pemuda. Dia mengungkapkan pada Bulan Oktober tahun ini sudah membangun rumah layak huni 14 unit di 14 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) OPSHID se- Indonesia. Diantaranya, di Lamongan, Ngawi, Madiun, Madura, Bali, Palembang, kemudian Salatiga, Semarang, Jakarta dan seterusnya. ” Untuk kabupaten Lamongan ini 1 unit rumah yang dibangun berada di Desa Sendangagung, Kecamatan Paciran ini dan bukan merupakan warga Shiddiqiyyah, melainkan masyarakat umum yang terpilih,” jelasnya.
Untuk sumber dana dalam pembangunan rumah layak huni ,terang Taufiqurrahman
berasal dari swadaya dalam artian gotong – royong sesama pemuda Shiddiqiyyah juga warga Shiddiqiyyah. Jadi tidak ada dana dari orang luar, dana dari partai atau dana dari negara tidak ada. “Kita murni berangkat dari sebuah kesadaran karena ini yang kita punya hanya kesadaran, jadi kita kaya akan kesadaran walaupun kita tidak banyak materi namun kita punya tenaga. Kalau memang kita tidak punya tenaga kita masih punya do’a. Itulah yang membuat kami bisa semangat untuk mewujudkan rumah layak huni seperti ini,” tutur Taufiq yang didampingi ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lamongan M. Nurhidayatulloh.

Taufiq, berpesan kepada Ibu Sutrami dengan di bangunkannya rumah layak huni ini semoga ikhlas dalam menerima. Kemudian bisa menambah semangat bu Sutrami dalam menjalankan ibadah. Dia juga berpesan kepada relawan OPSHID
jangan hanya bersedih anda bergeliat dengan adonan luluh kotor (adonan bahan matrial bangunan). “Tetapi, ambil hikmahnya, hikmah dari pada apa yang telah kita lakukan ini bermanfaat khususnya untuk bu Sutrami dalam hal beribadah dan juga dalam membesarkan anaknya sendiri/orang tua tunggal (single parent), jadi itu.,”harapnya
Taufiq menambahkan, membangun rumah layak huni, ini karena tidak lepas dari dukungan serta semangat dari ketua umum kami mas Bechi Azal Tsani pada saat ini. ” Hendaklah kamu jadi jenderal Sudirman jangan jadi Sukarno, jadi kita tetap semangat bergerilya menggelora untuk mewujudkan harapan-harapan dari sang guru kita Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah: Kyai Muhammad Muchtar Mu’thi.(rp/Yon)












