Selanjutnya, dalam konfirmasi ini, upaya konsultan pengawas untuk berkelit masih berlanjut, dimana Ikbal mengatakan bahwa besi ulir tanpa ada kode TS tersebut baru datang hari ini (30/11), namun saat awak memberitahukan dalam video yang dikirim tertera tanggal investigasi konsultan pengawas hanya mengatakan,” oh ya kang ada tanggalnya.
Berdasarkan pernyataan Ikbal yang mengatakan tidak dibenarkan menggunakan besi ulir tanpa ada kode TS dan harus diganti, awak media meminta konsultan pengawas untuk dihubungi agar menyaksikan pada saat pembongkaran sloof yang menggunakan besi tersebut untuk diganti pembesiannya yang bertujuan agar pemberitaan berimbang, namun Ikbal bungkam.
Dikutip dari keterangan sebelumnya, pengamat kontruksi Gus Achmad mengatakan bahwa, besi ulir tanpa ada kode TS pada setiap batangnya merupakan besi banci, dan hal ini masuk dalam katagori manipulasi penggunaan bahan.
“Besi ulir tanpa ada kode TS pada setiap batangnya merupakan besi banci, ini sudah termasuk manipulasi bahan bila digunakan, karena tidak sesuai ketentuan,” ujar Gus Achmad melalui sambungan telepon saat dimintai tanggapannya.
Menghabiskan biaya sebesar Rp. 407 juta lebih yang anggarannya bersumber dari APBD Kabupaten Bogor TA. 2023, proyek rehabilitasi ruang kelas SDN Sukamaju tersebut dikerjakan oleh CV. KARYA BOGOR dan bertindak sebagai Konsultan Pengawas PT. METRIK ARSIPLAN INDONESIA dengan masa pelaksanaan terhitung mulai 06 Oktober sampai dengan 22 Desember 2023. (Bb)










