Dindik Kota Kediri Menggelar Rakor Percepatan Penanganan ATS dan Wajib Belajar 12 Tahun

admin
Img 20231220 Wa0134

Hal yang sama juga ditambahkan oleh narasumber Kepala Bappeda Kediri Chevy Ning Suyudi mengungkapkan jumlah anak putus sekolah (ATS) tahun 2023 di Kota Kediri mencapai 1.067 anak dengan rincian 248 ATS di Kecamatan Pesantren, 217 ATS di Kecamatan Pesantren. Kecamatan Kota dan 602 ATS di Kecamatan Mojoroto.

“Penanganan ATS memerlukan komitmen lintas sektor, baik di pusat maupun di daerah. Intervensi tidak hanya di bidang pendidikan, namun diperlukan upaya untuk meminimalisir hambatan ekonomi dan hambatan yang berakar pada faktor sosial budaya yang membuat anak tidak mampu menjangkau layanan pendidikan,” ujarnya.

Selain itu, Chevy menilai diperlukan juga data yang akurat untuk dapat mengidentifikasi keberadaan ATS serta permasalahan yang dihadapi yang menyebabkan anak tidak mendapatkan layanan pendidikan. Hal ini diperlukan untuk menjamin keakuratan intervensi sesuai permasalahan ATS.

“Kami juga telah merumuskan beberapa strategi dan arah kebijakan pendidikan sesuai dengan RPJMD Kota Kediri Tahun 2020-2024, antara lain peningkatan mutu layanan pendidikan yang terjangkau dan merata, peningkatan mutu pendidikan melalui standardisasi layanan pendidikan dasar yang mengacu pada dengan standar pendidikan nasional, dan sebagainya,” ujarnya.

Chevy berharap operator Dapodik dapat mencatat dan melaporkan ATS secara rutin setiap tahun ajaran sehingga penanganan ATS dapat disesuaikan dengan faktor penentu ATS.

Chevy sekaligus menegaskan, Pemkot Kediri berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan memastikan setiap anak mempunyai hak yang sama dalam mengakses pendidikan dasar yang berkualitas.

Untuk itu, sebagai upaya pencegahan ATS, pihak akan terus berkolaborasi dan berkomunikasi dengan pihak sekolah dan wali siswa untuk memantau proses belajar anak.

“Jika penyebab ATS karena faktor ekonomi, maka kita integrasikan dengan program penanggulangan kemiskinan, kemudian untuk faktor karena pernikahan dini/masih mempunyai motivasi untuk melanjutkan pendidikan, kita dorong untuk mengikuti Paket C. Pursuit Program, dan bagi ATS yang belum mempunyai motivasi untuk melanjutkan pendidikan, kami akan memberikan pendampingan guna mencari akar permasalahan dan solusinya,” tutupnya.(Sinyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maling yo..!!