Hal ini kata Dedi dilakukan agar saat musim penghujan tiba sungai dapat menampung air hujan secara maksimal sehingga dapat mencegah banjir, meminimalisir pertumbuhan jentik nyamuk karena aliran sungai yang bersih, menjaga ekosistem sungai, sungai menjadi sedap dipandang, meminimalisir gangguan kesehatan warga sekitar dan tercukupinya air bersih, jelasnya
Dedi menerangkan, trend fenomena bencana hidrometeorologis di Indonesia memiliki kecenderungan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Bencana Hidrometeorologi adalah suatu fenomena bencana alam atau proses merusak yang terjadi di atmosfer (meteorologi), air (hidrologi), atau laut (oseanografi).Ia menambahkan Penyebab bencana hidrometeorologi adalah diakibatkan oleh parameter-parameter meteorologi, seperti curah hujan, kelembapan, temperatur, dan angin.
Himbauan kepada masyarakat agar mencintai lingkungan, khususnya lingkungan masing-masing terutama di sekitar sungai ngrowo, salah satunya dengan tidak membuang sampah di sepanjang aliran sungai. “Kita bisa membangun masa depan yang lebih cerah dengan bumi yang sehat dan lingkungan yang bebas dari pencemaran,” pungkasnya (als)










