“Kita menolak karena kafe itu berdiri di lahan hijau serta operasionalnya masih belum memiliki izin resmi dari Pemkot Kediri” kata Saiful Iskak, dari Aliansi Masyarakat Indonesia Bersatu, ketika berorasi.
Menurut Saiful, keberadaannya Republik Dendy Cafe tidak memberikan kontribusi apapun kepada Pemkot Kediri.
Sementara itu, Supriyo, Korlap aksi LSM API mengatakan, pihaknya mendukung keberadaan pengusaha yang berinvestasi ke Kota Kediri lantaran dianggap memberikan dampak yang positif bagi masyarakat.
“Demi Allah Ini baru satu-satunya investor yang mau masuk ke gunung klotok. Dan itu harapan warga kami. 70% yang bekerja didalam sana warga kami” kata Priyo.
Sayangnya, tak ada satupun pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri yang menemui para pendemo. Para pengunjukrasa akhirnya membubarkan diri usai berjam-jam menunggu Pejabat Pemkot tak kunjung muncul. Mereka mengancam akan melakukan aksi dengan melibatkan masa lebih besar.(sinyo)










