Dugaan Permainan Kotor Proyek Rumah Sakit, CBA Minta KPK Panggil dan Periksa Bupati Gresik

admin
Img 20240112 Wa0284

Dalam Penentuan Pagu proyek lanjut Jajang, CBA menduga oknum pejabat Gresik sengaja membuatnya setinggi mungkin, agar nilai HPS dapat dibuat lebih mahal. Kemudian dalam pemilihan pemenang tender, CBA menduga ada unsur persekongkolan jahat antara oknum pejabat Gresik dan pihak swasta.

Dugaan ini berdasarkan kejanggalan dalam tahapan pengajuan penawaran, terdapat perusahaan yang digugurkan karena masalah teknis pembuktian kualifikasi. Padahal perusahaan tersebut dari segi nilai penawaran harga lebih efisien.

Selanjutnya PT. Permata Lansekap Nusantara yang dimenangkan awalnya mengajukan tawaran harga senilai Rp. 59,2 miliar. Namun dalam kesepakatan kontrak nilainya berubah menjadi Rp. 56 miliar. Nilai ini meskipun ada penurunan, faktanya nilai kontrak tersebut ada di bawah 80 persen dari HPS dan sangat beresiko tindak penyimpangan.

CBA menduga ada kejadian yang harus diungkap oleh aparat penegak hukum khususnya KPK, dibalik beberapa belokan yang kelihatannya sederhana namun bisa berdampak kerugian negara.

“Untuk itu, panggil dan periksa pihak terkait, seperti Pokja ULP, Panitia Lelang proyek Pembangunan Rumah Sakit Sehati dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani,” tegas Jajang Nurjaman mengakhiri.

Sumber: Koordinator CBA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maling yo..!!