“Saat itu walikota Kediri bapak Abdulah Abu bakar mengucapkan Selamat bahwa kita akan menjadi sultan, menjadi milyuner, karena akan mendapat ganti untung yang nilainya 2 hingga 3 kali lipat dari harga pasar ” kata Tohari, perwakilan warga, ketika dikonfirmasi awak media usai audensi dengan Pemkot.
Tohari mengakui, memang ada yang menerima UGR sesuai yang dikatakan Walikota Kala itu. Namun, tidak semua seperti itu. Bahkan, Kata Tohari, ada tanah di jalan Gang Buntu nilainya lebih tinggi daripada tanah dipinggir jalan Nasional.
“Kita menuntut tranparansi nilai, kalu memang 2 kali ya 2 kali semua. kalau 3 ya tiga kali semu, kalau memang 1 kali semua 1 kali. Biar ada tranparansi keterbukaan semua pihak, sehingga kita ada keikhlasan untuk melepaskan tanah,” lanjut Tohari.
Berdasarkan hasil audensi, Tohari menyebut, pihak Pemkot memahami tuntutan massa dan akan melakukan rapat koordinasi dengan pihak-pihak terkait.
“Dalam waktu seminggu, nanti akan ada konfirmasi dari Pemkot kepada kita” tutupnya.(sinyo)










