Mediaciber.net.Kediri – Penebangan besar besaran di sumber mata air Complang Desa Pranggang Kecamatan Plosoklaten menuai protes pemerhati lingkungan, OPD dan warga.
Seperti diberitakan sebelumnya bahwa pihak desa Pranggang berdalih akan mendirikan gasebo di area sumber complang nekat melakukan penebangan pohon tanpa mengajukan ijin ke dinas terkait.
Hal ini mendapat tanggapan serius dari OPD terkait, pasalnya belum mendapatkan ijin pihak desa sudah melakukan penebangan pohon di area Sumber Complang.
Dari pantauan media ini dilapangan pihak desa Pranggang kedatangan tim gabungan dari Pemkab Kediri guna melihat langsung kerusakan yang ditimbulkan dari penebangan pohon di Sumber Complang.
Sebelum melihat lokasi penebangan pohon, tim gabungan yang terdiri dari Dinas Lingkungan Hidup, Satpol PP, Dinas Pariwisata, Pemerhati Lingkungan serta Dinas PUPR Kab Kediri mengadakan pertemuan di Balai Desa Pranggang untuk mendengarkan penjelasan dari Kades Pranggang.
Dalam sambutannya Kades Pranggang Mochamad Romadhon menjelaskan, bahwa hanya satu pohon yang di lakukan penebangan, dengan dalih akan dibangun gasebo.
“Mengapa kami melakukan itu, karena akar dari pohon Miri yang membesar mengakibatkan struktur bangunan yang mengelilingi di tengah sumber mengalami kerusakan. Sedangkan kami pun punya keinginan untuk membangun gasebo di tempat tersebut,” terang Mochamad, Senin (19/2).
Namun penebangan pohon di Sumber Complang tetap dilarang, hal ini disampaikan oleh dr. Ari Purnomo
Koordinator Aliansi Relawan Peduli Lingkungan (ARPL) Kediri.
Dijelaskankan dr. Ari, bahwa kami setelah mendapatkan informasi tentang penebangan pohon di Sumber Complang langsung melakukan pengecekan, dan hasilnya ada sekitar 15 pohon yang telah di tebang oleh pihak pemdes Pranggang.










