“Kami sudah melayangkan undangan secara patut dengan segala hormat, juga sudah kami layangkan. Tadi dari masing-masing partai politik juga hadir. Ya tidak (pengaruh, red), karena mekanisme yang ada adalah pihak prinsipal adalah pasangan calon, partai politik dan Badan Pengawas Pemilu,”ungkapnya.
Terpisah, Mantan Ketua Tim Pemenangan Paslon nomor urut 1 M Syarif Hidayatulloh mengaku tidak mengetahui absennya Mundjidah Wahab dan Sumrambah di penetapan bupati terpilih.
Hanya saja, ia meyakini bahwa paslon petahana yang diusungnya telah menerima hasil keputusan KPU Jombang dengan lapang dada.
“Saya yakin beliau Insyallah menyadari dan tidak menuntut itu sebagai pertanda pihak yang saat ini kurang beruntung telah menyadari. Kalau toh tidak bisa hadir, saya tidak tahu kegiatannya kemana,”ucap Ketua DPC Partai Demokrat Jombang.
Sementara itu, Bupati Jombang terpilih, H Warsubi mengaku bersyukur telah ditetapkan sebagai Pasangan Calon bupati terpilih, di Pilbup Jombang 2024. Oleh karena itu, dirinya masih menunggu proses pelantikan yang akan dilakukan oleh pemerintah daerah.
“Untuk sinkronisasi terkait visi dan misi, sudah kami koordinasikan dengan pemerintah daerah melalui Pak Sekda. Sehingga visi misi kami bisa masuk RPJMD lima tahun kedepan,”ujarnya.
Disisi lain, H Warsubi juga mengaku sudah menemui H Mundjidah Wahab setelah Pilbup Jombang berakhir. Dalam pertemuannya, H Warsubi meminta doa restu kepada cabup petahana tersebut.
“Alhamdulillah kami sudah bertemu dengan Bu Nyai Mundjidah Wahab. Ya bicara biasa saja. Tentunya kami mohon doa restu, dukungan dan memohon maaf atas proses demokrasi di Jombang, mungkin banyak tutur kata kami, tingkah laku kami, tim-tim kami bila ada kesalahan dan kekurangannya,”pungkas Bupati Jombang terpilih, H. Warsubi.***












