Dalam prosesnya, para personel BPBD Kota Kediri selain harus waspada dengan arus sungai Brantas, juga bekerja ekstra untuk mengangkat dan menata sampah potongan kayu dan bambu dari air. Salah satu potongan kayu bisa memiliki panjang hingga 5 meter.
“Salah satu tantangannya, potongan pohon dan bambu terlihat sedikit. Tapi saat di ambil ternyata banyak bambu-bambu yang menancap di bagian dalam, karena mungkin sudah lama ada disitu,” jelas Joko.
Selain itu, potongan kayu dan bambu itu tidak bisa langsung diangkat secara keseluruhan. Prosesnya pengangkatan ke atas harus dilakukan secara hati-hati dan tidak bisa sembarangan.
“Tidak bisa langsung ditarik. Harus hati-hati, teman-teman Jasa Tirta sudah punya perhitungan matang untuk hal itu,” pungkasnya.
Jembatan Lama Kediri sendiri merupakan salah satu bangunan di Kota Kediri yang berstatus cagar budaya. Bulan Maret nanti, jembatan yang punya nama asli Brug Over den Brantas te Kediri itu akan berusia 156 tahun.
Kegiatan pembersihan tersebut, Menurut Plt Kepala Dinas PUPR Kota Kediri Yono Heryadi, juga dilakukan untuk menjaga kekuatan pilar kaki kaki jembatan.
Selama ini, Dinas PUPR juga melakukan perawatan pada bagian jembatan yang terbuat dari kayu.
“Melindungi dan menjaga kelestarian dari Jembatan Lama Kediri. Dengan usia jembatan yang sudah sangat tua otomatis harus lebih intens merawatnya. Salah satunya membersihkan sampah-sampah, pepohonan, ranting, yang menyangkut di bawah jembatan,” tukasnya.(sinyo)












