Mediaciber.net.Kediri – Kunjungan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, ke SMAN 1 Kediri berlangsung dinamis. Tak hanya memantau dari luar, ia masuk ke kelas-kelas, berdialog langsung dengan siswa, dan memberi penekanan serius pada penggunaan gadget dalam proses pembelajaran.
Dalam keterangannya, Aries menegaskan bahwa kebijakan pembatasan gadget bukan untuk melarang total, melainkan mengatur agar penggunaannya benar-benar mendukung kegiatan belajar.
“Gadget itu alat bantu, bukan pengganggu. Kalau dipakai sesuai kebutuhan pembelajaran, silakan. Tapi kalau sudah di luar itu, harus dikendalikan,” tegasnya. Rabu (29/4/2026).
Ia juga menyoroti pentingnya kejujuran siswa saat diberi kepercayaan menggunakan perangkat di kelas. Menurutnya, pengawasan tidak bisa hanya mengandalkan aturan, tetapi juga kesadaran diri.
“Kami ingin membangun budaya disiplin dari dalam diri siswa. Saat diberi izin, di situlah integritas diuji. Jangan sampai kepercayaan itu disalahgunakan,” ujarnya.
Aries menambahkan, era digital menuntut sekolah untuk tidak alergi terhadap teknologi, namun tetap harus punya batas yang jelas.
“Kita tidak mungkin menutup mata dari perkembangan teknologi. Yang harus kita lakukan adalah mengarahkan. Sekolah harus menjadi tempat yang mengajarkan bagaimana teknologi digunakan secara bertanggung jawab,” katanya.












