Ia menyebutkan, lonjakan kendaraan tertinggi terjadi pada H+1 dan H+2 Lebaran, di mana kenaikan volume kendaraan mencapai 90 persen, baik untuk roda dua maupun roda empat. Sementara itu, angka kecelakaan lalu lintas selama periode arus balik tercatat menurun hingga 30 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Dari data terakhir, tercatat sekitar 15 kejadian, mayoritas berupa kecelakaan ringan yang terjadi di jalur antar desa atau perbatasan wilayah, bukan di jalur protokol utama. “Mayoritas kecelakaan bersifat ringan. Tidak ada kejadian besar di jalur utama. Ini menunjukkan kesadaran berlalu lintas masyarakat semakin membaik,”ungkapnya.
AKP Made Jata juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap disiplin dalam berlalu lintas, terutama dalam hal keselamatan berkendara. Ia juga menyampaikan bahwa jajaran Satlantas Polres Kediri akan segera melakukan evaluasi internal terhadap pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2025, sebagai bekal untuk pelaksanaan yang lebih optimal di tahun-tahun berikutnya.(sinyo)












