Pemdes Golan Kembangkan Potensi Melon Berkualitas Ekspor

admin
Img 20250531 Wa0044

Hasil panen dari area tersebut mencapai 14 ton dengan harga pasar sekitar Rp7.000 per kilogram. “Pendapatan yang diperoleh mencapai sekitar Rp140 juta dengan keuntungan antara 30 hingga 40 persen,” ungkapnya. Penanaman melon bisa dilakukan hingga empat kali dalam setahun dengan masa panen selama 65 hari. Waktu sisanya digunakan untuk proses penanaman kembali.

Img 20250531 Wa0045

Untuk penjualan, saat ini pihak desa bekerja sama dengan pemborong yang langsung datang ke lahan untuk memeriksa kualitas melon dan bernegosiasi soal harga. Ke depannya, Pemerintah Desa Golan berencana melakukan penjualan sendiri dengan mendistribusikan melon ke kios-kios di Jakarta. “Kami mendampingi masyarakat agar memilih program yang sesuai dengan potensi desa serta berpeluang meningkatkan Pendapatan Asli Daerah,” tambah Sugiono.

Konsep budidaya buah melon di TKD ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat, karena hasilnya sangat menjanjikan. Sugiono berharap bahwa dengan keberhasilan program ini, semakin banyak masyarakat yang tertarik untuk terjun ke budidaya multikultura melon. “Kami ingin agar masyarakat tidak hanya melihat potensi ekonomi dari budidaya melon, tetapi juga memahami pentingnya keberlanjutan dan inovasi dalam pertanian. Dengan demikian, diharapkan akan ada peningkatan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi di Desa Golan,” tutupnya. (Tris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maling yo..!!