Puncak kemeriahan berlanjut pada Minggu (12/10) lewat agenda Riding City Tour. Ribuan scooterist berkeliling kota menikmati suasana heritage Kediri—menyusuri makam Auliya, Rondo Dadapan, Klenteng Kuning, hingga situs-situs cagar budaya yang menjadi saksi sejarah perjalanan Kediri.
Selain menjadi hiburan, kegiatan ini juga berfungsi sebagai sarana promosi wisata dan edukasi budaya, memperkenalkan pesona lokal kepada para peserta dari luar daerah maupun mancanegara.
Festival yang telah digelar delapan kali ini terbukti memberi dampak nyata bagi perekonomian masyarakat. Ribuan pengunjung menggerakkan sektor kuliner, penginapan, dan UMKM di sekitar lokasi acara.
“KSF adalah bukti nyata kolaborasi antara komunitas dan pemerintah. Ini sejalan dengan semangat D’Cito (Kediri City Tourism) untuk menjadikan Kediri sebagai kota wisata yang berbudaya, berdaya, dan dikenal luas,” ungkap Abah BP.
Kediri sendiri dikenal sebagai salah satu pionir festival Vespa di Indonesia, dan keberhasilan penyelenggaraan KSF menjadi refleksi dari karakter warganya yang guyub, ramah, dan kreatif.
“Semoga KSF ke-8 ini berjalan sukses, membawa kebahagiaan, serta memberi manfaat bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal. Kami ingin Kediri dikenal seantero Nusantara – lewat budaya, oleh-oleh, dan keramahannya,” ujarnya.(sinyo)












