“Inovasi aplikasi Bappeda meliputi Evarenja, Setunggal, Simagenda, Inpokita, Sipekatetulung, Sikap, Sipanji, dan Cloud. Sedangkan media sosial milik Bappeda
adalah web dan instagram,” paparnya.
Perwakilan dari Universitas bhineka PGRI tulungagung memberikan usulan dan masukan dalam Forum Konsultasi Publik (FKP).
“Kedepan Bappeda akan lebih meningkatkan kualitas dan kemudahan akses layanan, mengoptimalkan inovasi dan budaya kerja serta melengkapi dokumen layanan,” tuturnya.
Sementara itu, dari Hasil Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) terhadap layanan publik di Bappeda mulai tahun 2024 sampai 2025 mengalami peningkatan.
Ada 9 unsur penilaian yaitu persyaratan, sistem, mekanisme dan prosedur, waktu penyelesaian, biaya tarif, produk spesifikasi jenis pelayanan, kompetensi pelaksana, perilaku pelaksana, penanganan pengaduan saran dan masukan, serta sarana dan prasarana.
Dalam Forum tersebut, beberapa saran dan masukan diberikan untuk perbaikan yang disampaikan oleh peserta FKM, diantaranya terkait standart pelayanan, jenis pelayanan yang ada di Bappeda, jangka waktu penyelesaian, persyaratan dan prosedurnya.
Pada akhir kegiatan dilaksanakan penandatangan berita acara FKP oleh perwakilan Bappeda, Perangkat Daerah, LSM, Media Massa, dan Akademis.












