Pekerja tersebut juga mengungkap pihak-pihak yang disebut terkait dalam pengerjaan.
“Punya Fredy sama Saim. Budi orangnya Fredy, tapi untuk materialnya itu Saim,” tambahnya.
Keterangan lapangan ini memantik pertanyaan serius mengenai tata kelola proyek, termasuk dugaan keterlibatan pihak-pihak tertentu dan kemungkinan penyebaran proyek serupa di titik lain. Minimnya transparansi dan ketidakjelasan penanggung jawab anggaran semakin memperkuat sorotan publik.
Hingga berita ini diturunkan, pihak-pihak yang disebut—termasuk Ketua DPRD Lamongan—belum dapat dikonfirmasi. Tim media masih terus menggali informasi dan mengumpulkan data pendukung untuk memastikan kejelasan dugaan manipulasi proyek maupun kemungkinan adanya gratifikasi terkait program atau proyek tersebut.
Publik mendesak aparat pengawas dan penegak hukum untuk segera melakukan klarifikasi dan penelusuran menyeluruh. Transparansi, kepatuhan regulasi, dan bebas konflik kepentingan menjadi prasyarat mutlak agar pembangunan daerah berjalan profesional dan akuntabel.










