“Posisi Polri sudah sangat ideal. Kita semua telah merasakan kemanfaatan dan kemaslahatan dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta penegakan hukum di NKRI,” tegasnya.
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien dan Pondok Pesantren Assa’idiyah Kota Kediri itu menambahkan, Polri membutuhkan ruang gerak yang independen namun tetap berada dalam kendali Presiden sebagai kepala pemerintahan. Dengan demikian, kebijakan keamanan nasional dapat berjalan selaras dengan kepentingan negara, bukan kepentingan sektoral kementerian tertentu.
KH Anwar juga menyampaikan doa agar Polri senantiasa diberi kekuatan dalam mengemban amanah bangsa.
“Kami mendoakan agar Kepolisian Republik Indonesia selalu dalam lindungan, bimbingan, dan ridho Allah SWT untuk membersamai Presiden dan seluruh rakyat menjaga negara ini menuju masyarakat yang maju, aman, dan diridhloi Allah SWT,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa dukungan tersebut bukan semata sikap kelembagaan MUI, melainkan panggilan moral ulama dalam menjaga keutuhan bangsa. Menurutnya, Polri yang berada langsung di bawah Presiden akan lebih fokus menjalankan fungsi utama: melindungi masyarakat, menegakkan hukum, dan menjaga persatuan nasional.
Dukungan dari kalangan ulama ini dinilai semakin memperkuat legitimasi reformasi Polri yang tengah berjalan. Sinergi antara negara, masyarakat, dan tokoh agama menjadi modal penting dalam membangun kepolisian yang modern, humanis, dan dipercaya publik, sehingga Polri mampu menjalankan perannya sebagai garda terdepan penjaga keamanan dan persatuan Indonesia.(sinyo)










