“Besarnya anggaran ini harus diimbangi dengan pengelolaan yang tertib. Perencanaan harus matang dan pelaporan harus tepat waktu,” tegasnya.
Selain fokus pada infrastruktur, Bupati Warsubi mendorong desa untuk menyukseskan program pemerintah pusat, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Dalam sambutannya Bupati Warsubi juga menyinggung program kewirausahaan di tingkat dusun.
“Ke depan, kita dorong program satu dusun tiga wirausaha. Pembangunan tingkat desa harus terus ditingkatkan dan hasil Musrenbang harus segera ditindaklanjuti agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” tambah Warsubi.
Kegiatan ini juga menjadi momentum pemberian penghargaan bagi desa-desa berprestasi di tahun 2025, di antaranya:
Penyusunan APBDes Tercepat: Juara I diraih Desa Gajah (Kec. Ngoro), Juara II Desa Asemgede (Kec. Ngusikan), dan Juara III Desa Pojokrejo (Kec. Kesamben).
Video Kreatif Desa: Dimenangkan oleh Desa Mojotrisno, Desa Carangrejo, dan Desa Ngampungan.
Pada kesempatan tersebut Bupati didampingi Sekdakab Jombang dan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Ibrahim Hadi Wibowo juga menyerahkan santunan Jaminan Kematian kepada ahli waris dari perangkat desa dan petugas ambulans desa yang telah berdedikasi, sebagai bentuk komitmen perlindungan sosial bagi pelayan masyarakat di tingkat desa.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jombang, Sudiro Setiono, S.Sos., M.Si dalam laporannya menyatakan bahwa sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam terkait mekanisme penyaluran sesuai regulasi terbaru, agar ADD dan PDRD 2026 bisa segera dicairkan dan digunakan secara optimal.(kas)












