Mediaciber.net.Kediri – Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi tahun 2026 dalam kondisi aman. Bahkan, alokasi pupuk tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya.
Kepastian itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispertabun Kabupaten Kediri, Sukadi, saat menghadiri tasyakuran swasembada pangan sekaligus penyerahan alat mesin pertanian (alsintan), Jumat (7/2/2025).
Menurut Sukadi, penambahan alokasi pupuk merupakan bagian dari program prioritas Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana. Selain itu, Pemkab Kediri juga mendorong perluasan lahan pertanian organik.
“Program prioritas Mas Bup untuk pupuk tahun 2026 ini ada tambahan sekitar 9.000 ton dibanding tahun 2025. Sementara lahan pertanian organik yang sebelumnya 80 hektare, tahun ini insyaallah bertambah 67 hektare,” ujarnya.
Berdasarkan data Dispertabun Kabupaten Kediri, alokasi pupuk bersubsidi yang siap didistribusikan pada awal 2026 meliputi pupuk Urea 35.721.000 kilogram, NPK Ponska 45.629.000 kilogram, pupuk organik 5.858.000 kilogram, serta ZA 1.483.000 kilogram.
Pengawas Alsintan Dispertabun Kabupaten Kediri, Slamet, menjelaskan bahwa dibanding alokasi awal 2025, pupuk Urea mengalami kenaikan 906.000 kilogram (2,6 persen). Pupuk NPK Ponska naik paling besar setelah organik, yakni 7.002.000 kilogram (18,12 persen).












