Di sisi lain, Pemerintah Desa Satak bersama perangkat desa tetap menggelar selamatan di titik yang direncanakan sebagai lokasi pembangunan KDKMP. Langkah ini menjadi simbol sikap tegas desa bahwa program strategis untuk kepentingan warga tidak boleh terhambat oleh ketidakhadiran maupun ketidakjelasan sikap pihak terkait.
Kepala Desa Satak, Linawati, secara terbuka menyayangkan absennya Asper BKPH Pare dalam forum penting tersebut.
“Kami mengundang secara resmi, tapi yang hadir hanya mantri. Asper BKPH Pare tidak datang. Padahal ini menyangkut kepentingan masyarakat Desa Satak, bukan agenda kecil,” tegasnya.
Linawati menekankan, pemerintah desa menginginkan komunikasi terbuka, transparan, dan duduk bersama, bukan keputusan sepihak ataupun saling melempar kewenangan.
Hingga saresehan dan selamatan digelar, Perhutani belum memberikan klarifikasi resmi terkait alasan ketidakhadiran Asper BKPH Pare. Kondisi ini membuat polemik kian menguat dan berpotensi melebar jika tidak segera ada penjelasan serta sikap tegas dari pihak terkait.(sinyo)












